| Dakwaan |
- Identitas Terdakwa :
|
Nama Lengkap
|
:
|
FIFI FATIMAH
|
|
NIK
|
:
|
5272054407910001
|
|
Tempat Lahir
|
:
|
Kupang
|
|
Umur/Tanggal Lahir
|
:
|
34 tahun / 04 Juli 1991
|
|
Jenis Kelamin
|
:
|
Perempuan
|
|
Kebangsaan/Kewarganegaraan
|
:
|
Indonesia
|
|
Tempat Tinggal
|
:
|
Lingkungan Nurul Qalbi RT 004 RW 002 Kelurahan Monggonao Kecamatan Mpunda Kota Bima
|
|
Agama
|
:
|
Islam
|
|
Pekerjaan
|
:
|
Mantan Karyawan Outsourcing Bank Mandiri Cabang Bima, Ibu Rumah Tangga (KTP)
|
|
Pendidikan
|
:
|
D3 Keperawatan
|
- Penahanan :
|
Penyidik
Perpanjangan Oleh Penuntut Umum
Perpanjangan Pertama Oleh Ketua PN
Perpanjangan Kedua Oleh Ketua PN
|
:
:
:
:
|
Rutan Kelas IIB Raba Bima sejak tanggal 23 Januari 2026 s/d tanggal 11 Februari 2026
Rutan Kelas IIB Raba Bima sejak tanggal 12 Februari 2026 s/d tanggal 23 Maret 2026
Rutan Kelas IIB Raba Bima sejak tanggal 24 Maret 2026 s/d tanggal 22 April 2026
Rutan Kelas IIB Raba Bima sejak tanggal 23 April 2026 s/d tanggal 22 Mei 2026
|
|
Penuntut Umum
Perpanjangan Pertama Oleh Ketua PN
|
:
:
|
Rutan Kelas IIB Raba Bima sejak tanggal 21 Mei 2026 s/d tanggal 09 Juni 2026
Rutan Kelas IIB Raba Bima sejak tanggal 10 Juni 2026 s/d tanggal 09 Juli 2026
|
- Dakwaan
PRIMAIR :
------- Bahwa Terdakwa FIFI FATIMAH selaku Tenaga Alih Daya dengan posisi Sales Generalis Konsumtif pada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk- Kantor Cabang Bima sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2025, pada sekira bulan Januari tahun 2021 sampai dengan bulan Desember tahun 2024, atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu yang masih dalam rentang waktu tahun 2021 sampai dengan tahun 2024, bertempat di Kantor Cabang PT. Bank Mandiri (Persero),Tbk yang beralamat di Jalan Kartini Nomor 8 Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Mataram yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 3 angka 13 Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 022/KMA/SK/II/2011 tanggal 07 Februari 2011, melakukan perbarengan beberapa Tindak Pidana yang saling berhubungan sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, yaitu secara melawan hukum telah merekayasa pengajuan kredit dana KSM (Kredit Serbaguna Mandiri) terhadap 45 (empat puluh lima) debitur dengan jumlah pengajuan yang berbeda dari permohonan debitur tanpa sepengetahuan debitur, bertentangan dengan:
- Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, Pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan kepatutan.
- Pasal 2, Pasal 4, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 11, pasal 12, dan Pasal 16 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan
- Pasal 4, Pasal 19, Pasal 50 dan Pasal 92 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2023 Tentang Perlindungan Konsumen Dan Masyarakat Di Sektor Jasa Keuangan
- Petunjuk Teknis Operasional Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Nomor B3.P6.T11.KSM Tahun 2021 Edisi 4 pada Bab IV terkait Teknis Pelaksanaan dan Ketentuan Pemberian Kredit huruf B Tahap Inisiasi, huruf E Tahap Initial Data Entry, huruf I Tahap Telekonfirmasi, huruf J Tahap Pre Disbursement.
melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi, yaitu perbuatan terdakwa FIFI FATIMAH tersebut telah memperkaya diri terdakwa yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp22.207.000.000 (Dua Puluh Dua Milyar Dua Ratus Tujuh Juta Rupiah) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut sebagaimana tercantum dalam laporan perhitungan kerugian keuangan negara Inspektorat Kota Bima Nomor : 02/INV/ADTT/2026 tanggal 04 Mei 2026 tentang Laporan Hasil Audit PKKN atas Hasil Penyidikan Dugaan Penyalahgunaan Dana Nasabah PT. Bank Mandiri Cabang Bima Periode 2021 -2024, dengan cara-cara sebagai berikut :----------------------------------------------------------------
- Bahwa PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah Bank BUMN didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 yang merupakan peleburan empat Bank Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan oleh pemerintah Indonesia, dimana kepemilikan saham Negara/Pemerintah Republik Indonesia dengan persentase sebesar 60% (enam puluh persen) dibawah koordinasi Kementerian Negara BUMN dan sisanya dimiliki oleh publik sebesar 40% (empat puluh persen).
- Bahwa PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk mempunyai dua produk kredit. Pertama Kredit Usaha Mikro yaitu kredit yang diberikan kepada Pengusaha Mikro untuk membiayai kebutuhan usaha produktif baik untuk kebutuhan investasi maupun kebutuhan modal kerja dan kedua Kredit Serbaguna Mikro (KSM) yaitu kredit yang diberikan kepada Pegawai yang memiliki penghasilan tetap atau profesi tetap atau diberikan kepada pensiunan untuk membiayai berbagai macam kebutuhannya.
Pengelolaan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) senantiasa memperhatikan prinsip cepat, sederhana dan kedekatan hubungan. Prinsip cepat dilaksanakan melalui penjualan yang proaktif dengan mendatangi dan/ atau mengenali Calon Debitur, pemrosesan aplikasi kredit dan pencairan yang cepat untuk memenuhi tuntutan bisnis dengan putaran tinggi. Prinsip sederhana dilaksanakan melalui administrasi dan persyaratan mudah dipenuhi. Sedangkan kedekatan hubungan dilaksanakan melalui Operasional Unit/ Cabang berlokasi dekat dengan potensi calon debitur untuk meningkatkan kualitas supervisi Debitur serta Tenaga penjual diprioritaskan dari daerah setempat dimana Unit/ Cabang beroperasi.
- Berdasarkan Petunjuk Teknis Operasional Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Nomor B3.P6.T11.KSM Tahun 2021 Edisi ke 4 tahapan pemberian Kredit Serbaguna Mandiri antara lain:
- Inisiasi
- Verifikasi Awal
- Scanning dan Verifikasi Hasil Scan
- Initial Data Entry
- Detailed Data Entry
- Verifikasi
- Approval
- Telekonfirmasi
- Pre Disbursement
- Disbursement
- Lost Disbursement
- Bahwa tahapan pemberian Kredit Serbaguna Mandiri berdasarkan Petunjuk teknis operasional Kredit Serbaguna Mandiri pada Bab IV terkait Teknis Pelaksanaan dan Ketentuan Pemberian Kredit:
- Proses Inisiasi merupakan tahapan awal masuknya Kredit Serbaguna Mandiri untuk dapat dilakukan initial proses dan pengecekan baik secara internal maupun eksternal. Proses ini dilakukan di Unit Mikro/Kantor Cabang setelah (calon) debitur melengkapi dan menyerahkan formulir aplikasi serta dokumen persyaratan kepada Sales untuk diproses. Pada tahap ini Sales Generalis melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan, validitas dan kebenaran dokumen serta data berdasarkan persyaratan Kredit Serbaguna Mandiri.
- Verifikasi Awal yaitu kegiatan validasi dokumen persyaratan yang meliputi meyakini kebenaran dan kesesuaian dokumen serta meneliti kelengkapan dokumen (calon) debitur oleh BM/BSM/BSSPV. Kelengkapan dokumen yang diverifikasi antara lain:
- Formulir Aplikasi Kredit
- Dokumen Identitas Debitur, antara lain:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Kartu Keluarga (KK) – Khusus Joint Income
- Akta Nikah – Khusus Joint Income
- NPWP
- Data Keluarga Dekat/Emergency Contact
- Dokumen Pekerjaan dan Penghasilan
- Data Rekening Tabungan (calon) Debitur
- Klasifikasi pemilihan Jabatan, Bidang Usaha, Profesi, Tempat Bekerja
- Dokumen dan Data Lainnya
- Initial Data Entry merupakan proses pengisian awal data (calon) debitur sesuai informasi pada aplikasi permohonan kredit yang telah diisi lengkap, bermaterai cukup, telah ditanda tangani oleh (calon) debitur atau (calon) debitur dan spouse, diberi tanggal disertai seluruh dokumen yang dipersyaratkan sesuai produknya.
Prosedur Pelaksanaan :
- Input Initial Data
- Upload Documents
- Telekonfirmasi merupakan kegiatan pemberitahuan/informasi Keputusan persetujuan kredit yang disampaikan melalui telepon kepada (calon) debitur atas permohonan kredit yang telah diajukan. (Calon) debitur dapat menerima maupun menolak Keputusan persetujuan kredit. Dalam ketentuan Umum, Lembar aplikasi yang telah ditandatangani oleh debitur dan Bank beserta telekonfirmasi berlaku sebagai perjanjian kredit.
- Pre Disbursement
Merupakan tahapan pemenuhan persyaratan dokumen dan pengecekan data (calon) debitur.
Prosedur Pelaksanaan Petugas Pre Disbursement melakukan:
- Pemenuhan Persyaratan Dokumen
- Pengecekan data (calon) debitur
- Bahwa terdakwa selaku Tenaga Alih Daya dengan posisi Sales Generalis Konsumtif pada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk- Kantor Cabang Bima sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2025 berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang setiap tahun diperbaharui. Pengangkatan terakhir terdakwa selaku Sales Generalis Konsumtif berada dalam naungan Perusahaan Alih Daya atas nama PT. Pesona Cipta Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Nomor : 031/PKWT/PC-MTR/I/2024 tanggal 01 Januari 2024.
- Bahwa Terdakwa selaku Sales Generalis Konsumtif pada tahun 2024 mengelola nasabah aktif kurang lebih 119 (seratus sembilan belas) nasabah Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dari Disdikpora Kabupaten Bima, Disdikpora Kota Bima, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Dinas Pemberdayaan Perempuan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bima, Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Bima. Terdakwa selaku Sales Generalis Konsumtif memasarkan produk Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) kepada calon debitur / nasabah dengan bunga yang rendah dan menjanjikan kemudahan pencairan kredit. Bahwa dalam Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) terdapat kredit Payroll (rekening gaji bank mandiri) dan Non Payroll (rekening gaji bukan bank mandiri). Untuk nasabah Payroll, minimal terdapat 2 (dua) bulan tercermin dari berita keterangan gaji masuk di rekening nasabah payroll dan ada rekomendasi/ pernyataan dari bendahara gaji dari Dinas calon debitur / nasabah dan surat keterangan penghasilan yang terdiri dari kutipan Gaji 3 (tiga) bulan terakhir, Slip gaji kolektif 3 (tiga) bulan terakhir dan tunjangan 3 (tiga) bulan terakhir.
- Bahwa pada sekira bulan Desember tahun 2024 ditemukan adanya 45 (empat puluh lima) nasabah yang dikelola oleh Terdakwa mengalami permasalahan terkait Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) yaitu adanya kenaikan jumlah angsuran nasabah yang tidak sesuai dengan pengajuan besaran kredit dengan nama-nama sebagai berikut :
|
No
|
Nama Nasabah
|
No Rekening
|
Tanggal
Pencairan
|
|
1
|
Abdul Salam
|
1610101899560
|
21-Sep-23
|
|
2
|
Abubakar
|
1610101826928
|
21 Maret 2023
|
|
3
|
Agung Nurcahyo
|
1610012154709
|
22 Agustus 2023
|
|
4
|
Agus Suherman
|
1610101755549
|
16-Sep-22
|
|
5
|
Arismansyah
|
1610101976764
|
27 Februari 2024
|
|
1610102116584
|
22-Nov-24
|
|
6
|
Asriatun Fitri
|
1610013050674
|
24 Februari 2024
|
|
1610013050674
|
28-Nov-24
|
|
7
|
Dedy Gunawan
|
1610101754336
|
14-Sep-22
|
|
8
|
Edy Sugianto
|
1610013196550
|
28 Maret 2024
|
|
9
|
Faradiatun
|
1610102095630
|
17-Oct-24
|
|
10
|
Fathunnur
|
1610001993987
|
03-Sep-24
|
|
11
|
Fatiah
|
1610101574031
|
3 Juni 2021
|
|
12
|
Hafni
|
1610101596778
|
30-Jul-21
|
|
1610102112898
|
15-Nov-24
|
|
13
|
Hafsah
|
1610004944786
|
28 Mei 2021
|
|
14
|
Halilah Ainun
|
1610101719719
|
20-Jun-22
|
|
1610102031908
|
01-Jul-24
|
|
15
|
Hendra Ariyanto
|
1610102058158
|
15 Agustus 2024
|
|
16
|
Intan Rahmawati
|
1610101688260
|
21-Mar-22
|
|
1610101850969
|
27-May-23
|
|
1610102118119
|
25-Nov-24
|
|
17
|
Irfansyah husnaini
|
1610101991383
|
28-Mar-24
|
|
18
|
Iwan Supriadi
|
1610101874639
|
25 Juli 2023
|
|
19
|
Jubaidah
|
1610102007437
|
17-May-24
|
|
1610102029829
|
28-Jun-24
|
|
20
|
Jumadil Akbar
|
1610001940555
|
21-Sep-23
|
|
21
|
Junaid
|
1610102016859
|
05-Jun-24
|
|
1610102114514
|
20-Nov-24
|
|
22
|
Lustiana
|
1610102047110
|
27 Juli 2024
|
|
23
|
Mariamah
|
1610004716317
|
27 Januari 2022
|
|
24
|
Muhammad Nur
|
1610101620669
|
28-Sep-21
|
|
25
|
Muhammad Ramadhan
|
1610007975779
|
28 Januari 2022
|
|
1610007975779
|
29-Nov-24
|
|
26
|
Muhammad Taufan
|
1610101954225
|
05-Jan-24
|
|
27
|
Mutasa
|
1610005168278
|
30 Oktober 2023
|
|
28
|
Nurhidayah Novi Rahmah
|
1610101618226
|
23-Sep-21
|
|
1610101953011
|
30-Dec-23
|
|
1610102034142
|
05-Jul-24
|
|
29
|
Nursyihab Fakhri
|
1610101829211
|
29-Mar-23
|
|
1610102047458
|
29 Juli 2024
|
|
30
|
Nurwahidah
|
1610002484553
|
29-Sep-23
|
|
1610002484553
|
24 Juni 2024
|
|
31
|
Rahmawati
|
1610102066763
|
29-Aug-24
|
|
32
|
Rahmawati, S.Pd
|
1610101694276
|
31-Mar-22
|
|
1610102026304
|
25-Jun-24
|
|
33
|
Rostina
|
1610003464042
|
28 Juli 2022
|
|
1610003464042
|
05 Juli 2024
|
|
34
|
Ruslin
|
1610101930530
|
27-Nov-23
|
|
35
|
Saifullah
|
1610012986787
|
31 Januari 2024
|
|
1610012986787
|
05 Juli 2024
|
|
36
|
Siti Maryam
|
1610002045388
|
02-Nov-23
|
|
37
|
Soviati
|
1610102100612
|
24-Oct-24
|
|
38
|
Sri Wahyuni
|
1610013865683
|
26-Sep-24
|
|
1610013865683
|
28 Oktober 2024
|
|
39
|
Suriansyah
|
1610101992316
|
02-Apr-24
|
|
1610102076671
|
17-Sep-24
|
|
40
|
Syamsuddin
|
1610102018707
|
11-Jun-24
|
|
41
|
Syarifuddin
|
1610101703689
|
26-Apr-22
|
|
42
|
Titin Wardyatun
|
1610101877004
|
29 Juli 2023
|
|
43
|
Yudi Ananto
|
1610101953144
|
30 Desember 2023
|
|
1610102051211
|
2 Agustus 2024
|
|
44
|
Yusdarwita
|
1610101647639
|
29-Nov-21
|
|
1610102044778
|
25-Jul-24
|
|
45
|
Yuyun Fadlun
|
1610102015216
|
31-May-24
|
- Bahwa terhadap 45 (empat puluh lima) debitur / nasabah tersebut, terdakwa merekayasa data debitur / nasabah dengan cara menyiapkan dan melengkapi dokumen pengajuan kredit 45 (empat puluh lima) debitur / nasabah dengan melakukan sendiri pengisian pada aplikasi formulir kredit pengajuan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) tanpa diketahui dan tanpa persetujuan debitur / nasabah yaitu terdakwa merekayasa data dalam aplikasi formulir kredit mulai dari nominal limit kredit yang lebih besar dari pada limit kredit dan / atau tenor yang diajukan oleh debitur / nasabah, sehingga tidak sesuai dengan permohonan debitur / nasabah, nominal gaji yang tidak sesuai dengan pendapatan calon debitur / nasabah, data nomor telepon, emergency contact dan menandatangani kolom tanda tangan tanpa seijin dan sepengetahuan para calon debitur / nasabah.
Kemudian terdakwa menyerahkan dokumen yang sudah lengkap tersebut ke BSSvp (Branch Sales Supervisor) atas nama saksi Hadiyan Mustofa untuk dilakukan verifikasi awal.
- Bahwa setelah saksi Hadyan Mustofa melakukan verifikasi awal terkait kelengkapan dokumen-dokumen pengajuan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) dengan cara checklist kelengkapan dokumen, pengajuan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) kemudian di proses oleh Tim Retail Credit Center (RCC) yang merupakan unit kerja yang melakukan proses detail data entry sampai dengan pencairan Kredit Serbaguna Mandiri dengan tahapan selanjutnya yaitu Telekonfirmasi. Terhadap lembar aplikasi yang telah ditandatangani oleh debitur dan Bank beserta telekonfirmasi berlaku sebagai Perjanjian Kredit.
Petugas Telekonfirmasi memastikan konfirmasi dengan cara menanyakan secara langsung kepada (calon) debitur dan dapat diperiksa apakah jawaban dari (calon) debitur telah sesuai dengan informasi pada Loan Origination System (LOS) yang merupakan sistem yang untuk keperluan memproses permohonan aplikasi kredit KSM yang meliputi:
- Nama lengkap pemohon;
- Nama gadis ibu kandung;
- Tempat dan tanggal lahir;
- Alamat tempat tinggal;
- Keluarga yang tidak serumah (sesuai EC pada aplikasi) dan hubungan keluarga dengan (calon) debitur.
Dan memeriksa jawaban atas minimal satu pertanyaan keamanan acak lainnya, antara lain:
- Nama lengkap spouse (jika joint income);
- Tanggal mulai bekerja (calon) debitur;
- Nama atasan langsung (calon) debitur;
- Pendidikan terakhir (calon) debitur;
- Nomor telepon rumah (calon) debitur;
- Mobile phone number (calon) debitur;
- Office phone number (calon) debitur;
- Nomor rekening (calon) debitur.
- Bahwa terdakwa melakukan rekayasa kolom data formulir aplikasi pengajuan kredit debitur dengan mengisi nomor telepon (simcard) yang telah disiapkan oleh terdakwa dengan menyuruh saksi Hairil Fatur untuk membeli nomor telepon (simcard) kemudian terdakwa menuliskannya sendiri pada formulir pengajuan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) milik calon debitur / nasabah tersebut. Terdakwa selanjutnya menyerahkan satu map berisi kelengkapan dokumen pengajuan kredit calon debitur / nasabah kepada beberapa teman marketing salah satunya atas nama saksi Tri Hendra Gunawan. Terdakwa menyuruh saksi Tri Hendra Gunawan untuk mengisi suara calon debitur / nasabah berjenis kelamin laki-laki kelolaan terdakwa untuk menjawab telepon konfirmasi pengajuan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM). Sedangkan untuk calon debitur / nasabah berjenis kelamin perempuan, Terdakwa menjawab sendiri telepon tersebut seolah-olah menjadi calon debitur / nasabah yang mengajukan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM).
Dalam konfirmasi telepon tersebut berisi identitas calon debitur / nasabah dan konfirmasi sebagai berikut:
- lnformasi hasil keputusan persetujuan kredit yaitu limit, jangka waktu, suku bunga kredit, dan angsuran perbulan.
Untuk keputusan kredit tawaran balasan, petugas menginformasikan opsi keputusan tersebut untuk meminta persetujuan (calon) debitur opsi keputusan mana yang dipilih.
- Besarnya biaya provisi dan administrasi kredit yang wajib dibayarkan oleh calon debitur, dana yang diblokir (jika ada), kewajiban yang dipersyaratkan untuk dilunasi, nominal dana yang diterima dan tanggal pembayaran angsuran.
- Biaya – biaya yang dipersyaratkan dapat diambil dari pencairan kredit.
- Nama asuransi/ penjamin, coverage asuransi/penjaminan dan estimasi biaya premi asuransi/ penjamin yang telah dihitung secara manual oleh petugas.
- Menginformasikan refund dan klaim asuransi dapat dikoordinasikan dengan unit tempat pengajuan.
- Informasi syarat prapencairan (pre–disburse) atau pasca pencairan (post disburse) jika dipersyaratkan oleh pemutus/ take over.
Terhadap 45 (empat puluh lima) nasabah tidak pernah menerima telepon verifikasi dan tidak pernah mengetahui serta menyetujui seluruh kebenaran data-data dalam telepon verifikasi tersebut.
- Bahwa setelah phone verification, dilakukan pembentukan rekening yang merupakan proses pembuatan rekening kredit atas nama Debitur pada sistem untuk kebutuhan pencairan kredit ke dalam rekening kredit atas nama debitur. Terdakwa tidak menyerahkan buku tabungan sebelum pencairan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) kepada calon debitur sehingga calon debitur tidak pernah mengetahui keberadaan buku tabungannya, karena buku tabungan dibawa dan dikuasai oleh terdakwa. Sedangkan kepada calon debitur/ nasabah yang melakukan top up, terdakwa meminta buku tabungan calon debitur / nasabah dengan berbagai alasan sehingga calon debitur / nasabah menyerahkan buku tabungannya kepada terdakwa sampai dengan saat ini buku tabungan dibawa dan dikuasai oleh terdakwa.
Bahwa saat terdakwa mengetahui kredit sudah disetujui dan akan dicairkan kemudian terdakwa menghubungi masing-masing debitur / nasabah via telepon untuk melakukan konfirmasi uang pencairan kredit tersebut dikirim ke rekening aktif nasabah selain Bank Mandiri. Setelah dikonfirmasi oleh masing-masing debitur / nasabah, saat kredit telah cair ke rekening Bank Mandiri tabungan masing-masing debitur / nasabah, tanpa diketahui dan tanpa seijin para nasabah, terdakwa memindahkan sendiri sebagian uang sesuai dengan permohonan kredit yg diajukan debitur / nasabah. Selanjutnya terdakwa melakukan transfer ke rekening debitur / nasabah di bank lain yaitu Bank NTB, Bank BRI maupun Bank BNI sesuai dengan permintaan debitur/nasabah. Selanjutnya terdakwa menggunakan selisih uang pencairan kredit dari jumlah limit yang sudah direkayasa oleh terdakwa untuk keperluannya sendiri, dengan rincian sebagai berikut :
|
No
|
Nama Nasabah
|
Pencairan
|
Nominal Pengajuan Nasabah (Sesuai Bap Saksi)
|
Diterima Nasabah
|
Keterangan
|
|
Tgl
|
Nilai
|
Waktu
|
Nilai
|
Metode
|
|
|
1
|
Abdul Salam
|
21/09/2023
|
Rp 375.000.000,00
|
Rp. 180.000.000
(September 2023)
|
01/09/2023
|
Rp109.962.945,40
|
TF BRI
|
Pelunasan Utang Di BRI
|
|
27/09/2023
|
Rp50.000.000,00
|
Tf NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
27/09/2023
|
Rp10.300.000,00
|
Tf NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
2
|
Abubakar
|
21/03/2023
|
Rp 315.000.000,00
|
Rp. 210.000.000
|
21/03/2023
|
Rp84.308.870,97
|
TF mandiri
|
Pelunasan top up
|
|
|
27 Maret 2023
|
Rp28.750.000,00
|
Transfer dari BSI Fifi ke NTB nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
Mei 2023
|
Rp93.588.952,00
|
Cash
|
Diterima Nasabah
|
|
3
|
Agung Nurcahyo
|
22/08/2023
|
Rp 389.500.000,00
|
Rp180.000.000
|
22/08/2023
|
93.750.000,00
|
Transfer Bank BCA a.n. Nasti (kakak agung nurcahyo)
|
Diterima Nasabah
|
|
22/08/2023
|
81.630.596,00
|
Transfer Bank BNI a.n Agung Nurcahyo
|
Diterima Nasabah
|
|
4
|
Agus Suherman
|
16/09/2022
|
Rp 225.500.000,00
|
Rp. 100.000.000 (2022)
|
16/09/2022
|
89.157.467,74
|
TF MAndiri
|
Pelunasan
|
|
22/09/2022
|
25.000.000,00
|
Tf NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
2022-2024
|
Rp40.000.000,00
|
Hutang ke Fifi Gopay/ovo, Tf BNI teman Nasabah)
|
Diterima Nasabah
|
|
Diterima Nasabah
|
|
Rp1.700.000,00
|
Gopay/ovo
|
Diterima Nasabah
|
|
Rp5.000.000,00
|
Gopay/ovo
|
Diterima Nasabah
|
|
Rp32.000.000,00
|
Cash
|
Diterima Nasabah
|
|
5
|
Arismansyah
|
27/02/2024
|
Rp 440.000.000,00
|
Rp. 200.000.000
|
12/02/2024
|
Rp30.000.000,00
|
Transfer BRI (007901072732505)
|
Diterima Nasabah
|
|
12/02/2024
|
Rp2.000.000,00
|
Diterima Nasabah
|
|
26/02/2024
|
Rp21.000.000,00
|
Diterima Nasabah
|
|
29/02/2024
|
Rp50.000.000,00
|
Diterima Nasabah
|
|
29/02/2024
|
Rp50.000.000,00
|
Diterima Nasabah
|
|
29/02/2024
|
Rp50.000.000,00
|
Diterima Nasabah
|
|
29/02/2024
|
Rp45.700.000,00
|
Diterima Nasabah
|
|
29/02/2024
|
-Rp53.000.000,00
|
Tf kembali ke FF
|
Dikirim kembali ke FF
|
|
22/11/2024
|
Rp 491.000.000,00
|
22/11/2024
|
Rp429.320.275,06
|
TF mandiri
|
Pelunasan top up
|
|
|
17/09/2024
|
Rp5.000.000,00
|
Transfer BRI
|
Diterima Nasabah
|
|
20-Sep-24
|
Rp10.000.000,00
|
Diterima Nasabah
|
|
30-Sep-24
|
Rp4.000.000,00
|
-
|
Diterima Nasabah
|
|
-
|
Rp2.500.000,00
|
Transfer BNI
|
Diterima Nasabah
|
|
20 Desember 2024
|
Rp53.500.000,00
|
-
|
Diterima Nasabah
|
|
6
|
Asriatun Fitri
|
24/02/2024
|
Rp 337.500.000,00
|
Rp. 180.000.000
(Februari 2024)
|
24/02/2024
|
Rp175.770.000,00
|
Transfer Bank NTB sebanyak 4 kali
|
Diterima Nasabah
|
|
28/11/2024
|
Rp 423.000.000,00
|
28/11/2024
|
Rp330.128.264,48
|
Tf Mandiri
|
Pelunasan top up
|
|
28/11/2024
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
7
|
Dedy Gunawan
|
14/09/2022
|
Rp 237.000.000,00
|
Rp. 220.000.000 (2022)
|
14/09/2022
|
Rp112.990.199,99
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
2022
|
Rp100.091.135,46
|
Transfer NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
8
|
Edy Sugianto
|
28/03/2024
|
Rp 530.000.000,00
|
Rp. 300.000.000
|
28/03/2024
|
295.617.433
|
Transfer Bank NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
9
|
Faradiatun
|
17/10/2024
|
Rp 474.000.000,00
|
Rp. 400.000.000
|
19 Oktober 2024
|
Rp73.685.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
06 Desember 2024
|
Rp74.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
10
|
Fathunnur
|
03/09/2024
|
Rp 405.000.000,00
|
Rp. 265.000.000 (Juni 2022)
|
03/09/2024
|
Rp231.842.835,92
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
11
|
Fatiah
|
03/06/2021
|
Rp 167.000.000,00
|
Rp. 110.000.000
|
03/06/2021
|
Rp28.415.449,51
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
9 Agustus 2021
|
Rp77.759.601,64
|
Cash
|
|
|
12
|
Hafni
|
30/07/2021
|
Rp 375.000.000,00
|
Rp 250.000.000 (Juli 2021)
|
30/07/2021
|
Rp156.671.129,28
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
02 Agustus 2021
|
Rp50.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
|
|
02 Agustus 2021
|
Rp17.992.301,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
|
|
15/11/2024
|
Rp 350.000.000,00
|
15/11/2024
|
Rp331.527.338,61
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
13
|
Hafsah
|
28/05/2021
|
Rp 340.000.000,00
|
Rp. 250.000.000 (Juli 2022)
|
28/05/2021
|
Rp112.067.732,33
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
28/05/2021
|
Rp67.594.609,16
|
secara tunai melalui teler
|
Diterima Nasabah
|
|
14
|
Halilah Ainun
|
20/06/2022
|
Rp 285.000.000,00
|
Rp. 250.000.000 (2024)
|
20/06/2022
|
Rp131.099.838,64
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
01/07/2024
|
Rp 414.000.000,00
|
01/07/2024
|
Rp270.997.488,36
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
11 Juni 2024
|
135974000
|
Trf ke BSI Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
15
|
Hendra Ariyanto
|
15/08/2024
|
Rp 475.000.000,00
|
Rp. 30.000.000 (2024)
|
16/08/2024
|
Rp30.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
16
|
Intan Rahmawati
|
21/03/2022
|
Rp 197.000.000,00
|
Rp. 90.000.000 (2022)
Rp. 158.000.000 (2024)
|
2022
|
Rp87.000.000,00
|
Transfer NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
27/05/2023
|
Rp 228.500.000,00
|
27/05/2023
|
Rp183.392.303,52
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
25/11/2024
|
Rp 315.000.000,00
|
25/11/2024
|
Rp219.169.790,68
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
2024
|
Rp128.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
|
|
17
|
Irfansyah Husnaini
|
28/03/2024
|
Rp 357.000.000,00
|
Rp. 300.000.000 (2024)
|
28-Mar-24
|
Rp181.999.780,00
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
28-Mar-24
|
Rp113.900.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
18
|
Iwan Supriadi
|
25/07/2023
|
Rp 313.000.000,00
|
Rp 225.000.000 (2021)
|
25/07/2023
|
Rp194.384.174,98
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
19
|
Jubaidah
|
17/05/2024
|
Rp 235.000.000,00
|
Rp. 335.000.000
Rp. 100.000.000
|
17 Mei 2024
|
Rp235.000.000,00
|
Tunai di Mandiri KCP Bima
|
Diterima Nasabah
|
|
28/06/2024
|
Rp 400.000.000,00
|
28/06/2024
|
Rp234.508.127,10
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
28 Juni 2024
|
Rp100.000.000,00
|
Tunai di Mandiri KCP Bima
|
Diterima Nasabah
|
|
20
|
Jumadil Akbar
|
21/09/2023
|
Rp 355.000.000,00
|
Rp. 300.000.000 (2023)
|
21/09/2023
|
Rp181.522.975,36
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
21/09/2023
|
Rp110.000.000,00
|
Tidak disebutkan
|
Diterima Nasabah
|
|
21
|
Junaid
|
05/06/2024
|
Rp 127.000.000,00
|
Rp. 150.000.000 (Juni 2024)
|
11 Juli 2024
|
Rp123.341.371,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
|
29 Agustus 2024
|
Rp23.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
20/11/2024
|
Rp 172.000.000,00
|
20/11/2024
|
Rp111.198.959,22
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
22
|
Lustiana
|
27/07/2024
|
Rp 469.000.000,00
|
Rp. 390.000.000 (Agustus 2021)
Rp. 420.000.000 (Desember 2023
|
27/07/2024
|
Rp411.921.608,98
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
22 Agustus 2024
|
Rp66.607.565,00
|
Transfer ke NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
23
|
Mariamah
|
27/01/2022
|
Rp 187.500.000,00
|
Rp 150.000.000 (Juli 2022)
|
27/01/2022
|
Rp99.382.209,67
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
50.000.000
|
Transfer Bank NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
24
|
Muhammad Nur
|
28/09/2021
|
Rp 215.000.000,00
|
Rp. 80.000.000 (2021)
|
2021
|
Rp77.148.686,62
|
Tunai
|
Diterima Nasabah
|
|
25
|
Muhammad Ramadhan
|
28/01/2022
|
Rp 265.000.000,00
|
Rp. 100.000.000 (2022)
|
28/01/2022
|
Rp50.000.000,00
|
Transfer Bank NTB
|
|
|
28/01/2022
|
Rp48.350.000,00
|
Transfer Bank NTB
|
|
|
29/11/2024
|
Rp 397.000.000,00
|
29/11/2024
|
Rp228.192.598,93
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
29/11/2024
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
26
|
Muhammad Taufan
|
05/01/2024
|
Rp 330.000.000,00
|
Rp. 80.000.000 (2023)
|
05 Januari 2024
|
Rp80.000.000,00
|
Trf Ke BRI Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
27
|
Mutasa
|
30/10/2023
|
Rp 420.000.000,00
|
Rp. 100.000.000 (2023)
|
30/10/2023
|
Rp113.243.115,23
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
31/10/2023
|
Rp100.000.000,00
|
Transfer Bank NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
28
|
Nurhidayah Novi Rahmah
|
23/09/2021
|
Rp 310.000.000,00
|
Rp. 280.000.000 (2021)
Rp. 340.000.000 (2024)
|
23-Sep-21
|
Rp207.760.540,09
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp100.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB dan BNI Nasabah
|
|
|
30/12/2023
|
Rp 303.500.000,00
|
30/12/2023
|
Rp288.627.578,92
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
05/07/2024
|
Rp 354.500.000,00
|
05/07/2024
|
Rp299.638.416,29
|
TF Mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
2024
|
Rp10.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
2024
|
Rp20.000.000,00
|
Trf Ke BNI Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
29
|
Nursyihab Fakhri
|
29/03/2023
|
Rp 308.000.000,00
|
Rp. 220.000.000 (2021)
Rp. 315.000.000 (2023)
|
29/03/2023
|
Rp 193.273.264,83
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
|
Rp 99.940.000,00
|
Tf BNI Nasbh
|
Diterima Nasabah
|
|
29/07/2024
|
Rp 353.500.000,00
|
29/07/2024
|
Rp296.975.387,27
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
30
|
Nurwahidah
|
29/09/2023
|
Rp 390.000.000,00
|
Rp. 360.000.000 (2021)
|
29/09/2023
|
Rp339.062.083,38
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
24/06/2024
|
Rp 420.000.000,00
|
|
24/06/2024
|
Rp50.000.000,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
31
|
Rahmawati
|
29/08/2024
|
Rp 310.000.000,00
|
Rp250.000.000 (2022)
Rp.290.000.000 (2024)
|
29/08/2024
|
Rp237.064.168,22
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
18-Sep-24
|
Rp40.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
32
|
Rahmawati, S.Pd
|
31/03/2022
|
Rp 255.000.000,00
|
Rp. 30.000.000 (Maret 2022)
Rp. Rp. 30.000.000 (2024)
|
01/04/2022
|
Rp30.000.000,00
|
Tunai
|
Diterima Nasabah
|
|
25/06/2024
|
Rp399.000.000,00
|
25/06/2024
|
Rp217.598.853,38
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
33
|
Rostina
|
28/07/2022
|
Rp 283.500.000,00
|
Kredit lunas pada tahun 2022
Tahun 2022 dan 2024 tidak mengajukan kredit
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
05/07/2024
|
Rp 369.000.000,00
|
08/07/2024
|
Rp241.925.217,67
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
34
|
Ruslin
|
27/11/2023
|
Rp 258.000.000,00
|
Tidak ingat nominal pengajuan tahun 2023
|
27/11/2023
|
Rp83.173.433,75
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
2024
|
Rp42.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
|
|
2024
|
Rp20.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
35
|
Saifullah
|
31/01/2024
|
Rp 340.000.000,00
|
Rp. 107.000.000 (2024)
|
31/01/2024
|
Rp105.055.000,00
|
Transfer Bank NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
05/07/2024
|
Rp 545.000.000,00
|
05/07/2024
|
Rp335.573.880,91
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
36
|
Siti Maryam
|
02/11/2023
|
Rp 412.500.000,00
|
Rp304.000.000 (2021)
Rp 382.500.000 (2023)
|
02/11/2023
|
Rp279.379.691,17
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
03/11/2023
|
Rp95.185.000,00
|
TF mandiri
|
Diterima Nasabah
|
|
37
|
Soviati
|
24/10/2024
|
Rp 333.000.000,00
|
Rp. 195.000.000 (2024)
|
28/10/2024
|
Rp195.000.000,00
|
Trf Ke BRI Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
38
|
Sri Wahyuni
|
26/09/2024
|
Rp 202.000.000,00
|
Rp.100.000.000 (September 2024)
|
26/09/2024
|
Rp100.000.000,00
|
Transfer Bank NTB
|
Diterima Nasabah
|
|
28/10/2024
|
Rp 352.000.000,00
|
28/10/2024
|
Rp201.161.798,97
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
39
|
Suriansyah
|
02/04/2024
|
Rp 335.000.000,00
|
Rp. 80.000.000 (Juli 2024)
|
02/04/2024
|
Rp200.016.449,96
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
|
|
Rp80.000.000,00
|
Trf Ke Bank NTB Nasabah
|
Diterima Nasabah
|
|
17/09/2024
|
Rp 475.500.000,00
|
17/09/2024
|
Rp329.061.282,02
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
40
|
Syamsudin
|
|
|
Tahun 2021 & 2024 tidak mengajukan kredit
|
|
|
|
|
|
11/06/2024
|
Rp 256.000.000,00
|
11/06/2024
|
Rp181.850.077,37
|
TF mandiri
|
Pelunasan Top up
|
|
|
Rp0,00
|
|
Diterima Nasabah
|
|
41
|
Syarifuddin
|
26/04/2022
|
Rp 320.000.000,00
|
|
| Pihak Dipublikasikan |
Ya |
|